Pembangunan Borobudur berlangsung pada masa Wangsa Syailendra di Jawa Tengah.

Batu yang menyimpan perjalanan.
Masuki kisah Borobudur, monumen Buddha yang merangkai batu, relief, dan gagasan tentang perjalanan menuju pencerahan.
Bukan sekadar bangunan batu.
Berdiri di Lembah Kedu, Jawa Tengah, Borobudur dibangun pada abad ke-8 dan ke-9 pada masa Wangsa Syailendra. Bentuknya mengajak pengunjung bergerak naik: dari teras-teras persegi menuju lingkaran dan stupa puncak.
Perhatikan bukan hanya puncaknya, tetapi juga perjalanan yang dibentuk oleh undakan, lorong, arca, dan relief di sepanjang jalur.
Arsitektur sebagai perjalanan.
Susunan Borobudur menafsirkan kosmologi Buddha dalam tiga tingkat. Perjalanan ke atas menjadi cara membaca perubahan dari dunia hasrat menuju ranah tanpa bentuk.

Tiga ranah, satu lintasan
Bagian dasar melambangkan kamadhatu, dunia hasrat. Lima teras persegi mewakili rupadhatu, dunia rupa. Tiga teras melingkar dan stupa utama menandai arupadhatu, dunia tanpa rupa.
Di bagian melingkar terdapat 72 stupa berlubang yang masing-masing menaungi arca Buddha. Dinding dan pagar langkan dihiasi relief dengan luas keseluruhan sekitar 2.520 meter persegi.
Berabad-abad dalam satu lintasan.
Geser kartu untuk mengikuti perubahan peran Borobudur dari monumen keagamaan, situs yang ditinggalkan, hingga warisan yang dirawat kembali.
Penggunaan sebagai tempat ibadah Buddha berakhir pada suatu masa antara abad ke-10 dan ke-15.
Borobudur ditemukan kembali pada abad ke-19, setelah lama tidak digunakan sebagai tempat ibadah.
Pemugaran dilakukan dalam dua tahap pada abad ke-20. Tahap awal berlangsung setelah pergantian abad.
Pemugaran besar berikutnya menggunakan banyak material asli, disertai penguatan dan perbaikan drainase.
Borobudur menjadi situs arkeologi Buddha, tujuan ziarah, dan bagian dari kompleks warisan dunia.
Detail yang mengundang jeda.
Relief menyimpan kisah dalam batu, sementara stupa menandai puncak perjalanan arsitektural.



Di Lembah Kedu.
Borobudur berada di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, di bagian selatan Lembah Kedu. Peta ini menunjukkan letak kawasan secara luas.
Lima pertanyaan sebelum pulang.
Coba jawab dari yang kamu ingat. Setelah memilih jawaban, tekan tombol periksa untuk melihat skor dan pembahasannya.
Sumber & cara membaca
Ringkasan sejarah dan arsitektur merujuk pada profil Borobudur Temple Compounds dari UNESCO. Rentang waktu pembangunan dinyatakan sebagai abad ke-8 dan ke-9; tanggal-tanggal yang tidak dipastikan sumber tidak ditambahkan. Linimasa disederhanakan untuk pengunjung dan tidak menggantikan kajian arkeologi.
- UNESCO World Heritage Centre, Borobudur Temple Compounds
- Gambar berasal dari Liputan6, Kompas.com, dan Detik.com. Kredit ada pada tiap foto.
- Video ditautkan ke YouTube dan dibuka di tab baru.
